Dongkrak Ekonomi Kreatif, Desa Waringin Kencana Sukses Kembangkan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

  • Jun 24, 2026
  • Fatoni

 

WARINGIN KENCANA – Pemerintah Desa Waringin Kencana terus berinovasi dalam menggalang potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan warganya. Melalui pemanfaatan bantuan program Ketahanan Pangan (Ketapang), Desa Waringin Kencana kini resmi meluncurkan program pembangunan kolam Bioflok—sebuah sistem budidaya perikanan modern yang dirancang untuk menciptakan masyarakat yang lebih kreatif, produktif, dan mandiri secara ekonomi.

Langkah strategis ini diambil sebagai respon nyata terhadap tantangan pemenuhan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor agribisnis hilir.

Apa itu Sistem Bioflok?

Bagi sebagian masyarakat, istilah bioflok mungkin masih terdengar asing. Secara sederhana, Bioflok adalah teknologi budidaya perikanan berbasis rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme.

Keunggulan Bioflok: Mikroorganisme ini bertugas mengubah kotoran ikan menjadi gumpalan-gumpalan (floc) yang justru dapat menghemat biaya pakan karena bisa dimakan kembali oleh ikan. Sistem ini sangat hemat air dan lahan, sehingga sangat cocok diterapkan di kawasan pemukiman warga.

Mengubah Tanah /Lahan Menjadi Lingkungan Yg Rapi dan Produktif

Kepala Desa Waringin Kencana menjelaskan bahwa alokasi dana Ketapang kali ini sengaja diarahkan pada pembangunan infrastruktur bioflok karena melihat efektivitasnya yang tinggi.

  • Pemanfaatan Lahan Terbatas: Warga tidak perlu menyediakan tanah yang luas. Cukup dengan kolam terpal bulat/Persegi, budidaya sudah bisa berjalan.

  • Efisiensi Modal: Penghematan pakan hingga 20-30% membuat margin keuntungan masyarakat menjadi lebih tinggi.

  • Produktivitas Tinggi: Padat tebar benih ikan (seperti lele atau nila) jauh lebih tinggi dibandingkan kolam konvensional.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang kreatif. Dengan bioflok, emak-emak dan pemuda desa bisa mengelola ini  tanpa mengganggu aktivitas utama mereka," ujar Kepala Desa.

Menuju Masyarakat yang Kreatif dan Produktif

Dampak dari bantuan Ketapang ini tidak berhenti pada proses panen ikan segar saja. Pemerintah desa juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif di hilir.

Masyarakat mulai dilatih untuk mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti:

  1. Abon Ikan

  2. Keripik Kulit Ikan

  3. Ikan Bumbu Siap Goreng (Frozen Food)

Melalui diversifikasi produk ini, pendapatan masyarakat diproyeksikan meningkat hingga dua kali lipat dibanding hanya menjual ikan segar ke tengkulak.

Komitmen Berkelanjutan

Untuk memastikan program ini berjalan jangka panjang, Pemerintah Desa Waringin Kencana bekerja sama dengan Bumdesa "Karya Bersama" dan penyuluh lapangan untuk memberikan pendampingan teknis secara berkala. Mulai dari manajemen kualitas air, pemberian pakan berprobiotik, hingga strategi pemasaran digital.

Dengan adanya bantuan Ketapang berupa sistem bioflok ini, Desa Waringin Kencana optimis dapat menjadi desa percontohan yang sukses mengubah tantangan ketahanan pangan menjadi peluang emas ekonomi yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan.