"Permata Bunda": Langkah Nyata Desa Waringin Kencana Perangi Stunting
- Jul 13, 2026
- Fatoni
BARITO KUALA — Komitmen penurunan angka stunting (tengkes) terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Salah satu potret nyata kepedulian tersebut ditunjukkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Waringin Kencana, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala. Melalui program inovatif bernama "Permata Bunda", Pemdes Waringin Kencana mengambil peran garis depan dalam menyukseskan Program Percepatan Penanganan Stunting nasional.
Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menyadari dampak jangka panjangnya terhadap kualitas sumber daya manusia, Pemdes Waringin Kencana tidak tinggal diam.
Apa itu Program Permata Bunda?
Permata Bunda bukan sekadar nama, melainkan sebuah gerakan integratif yang melibatkan kader posyandu, tim penggerak PKK, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat desa. Program ini berfokus pada intervensi spesifik dan sensitif yang menyasar langsung kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (bawah lima tahun).
Secara garis besar, implementasi program Permata Bunda di Desa Waringin Kencana mencakup beberapa pilar utama:
-
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal: Fokus pada penyediaan asupan bergizi kaya protein hewani untuk anak terindikasi stunting dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
-
Edukasi Pengasuhan dan Gizi: Mengubah pola pikir orang tua melalui penyuluhan berkala mengenai pentingnya ASI eksklusif, MPASI yang benar, dan menu gizi seimbang.
-
Pemantauan Tumbuh Kembang Secara Intensif: Kader Permata Bunda aktif melakukan door-to-door atau jemput bola untuk memastikan balita rutin ditimbang dan diukur di Posyandu.
-
Sanitasi dan Air Bersih: Memastikan setiap keluarga sasaran memiliki akses terhadap air bersih dan jamban sehat untuk mencegah infeksi cacingan atau diare yang memicu stunting.
Optimalisasi Dana Desa untuk Masa Depan Anak
Kepedulian Pemdes Waringin Kencana dibuktikan dengan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang terarah. Berdasarkan regulasi prioritas penggunaan Dana Desa, penanganan stunting memang menjadi menu wajib yang harus dikawal secara serius.
"Anak-anak adalah permata masa depan desa. Melalui program Permata Bunda, kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Waringin Kencana yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh optimal karena masalah gizi," ujar pihak Pemerintah Desa Waringin Kencana dalam sebuah kesempatan.
Langkah taktis ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kecamatan Wanaraya dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Sinergi antara kebijakan kabupaten (BATOLA 1) dengan eksekusi nyata di tingkat desa seperti yang dilakukan Waringin Kencana dipandang sebagai kunci utama pencapaian target zero stunting.
Tantangan dan Harapan
Meski program telah berjalan dengan baik, Pemdes Waringin Kencana mengakui bahwa mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat terkait pola makan dan kebersihan memerlukan proses yang konsisten. Oleh karena itu, keterlibatan aktif para "Bunda" atau ibu di rumah menjadi motor penggerak utama keberhasilan program ini.
Dengan keberlanjutan program Permata Bunda, Desa Waringin Kencana optimistis dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif, sekaligus membawa Kabupaten Barito Kuala bebas dari ancaman stunting.